Isnin, 15 Julai 2013

Pedang Salahuddin Al-Ayyubi diakui paling tajam di dunia




Pedang Salahuddin Al-Ayyubi diakui paling tajam di dunia oleh pakar metalurgi. Ketajamannya mampu menembus baju zirah crusader, memotong dua pedang lawan, membelah perisai dan batu tanpa mengalami kerosakan pada matanya. Kehebatan pedang buatan Damsyik dan terkenal dengan panggilan Pedang Persia ini telah mengatasi kehebatan pedang Katana dari Jepun dan pedang Excalibur milik Raja Arthur.

Pedang ini diperbuat besi baja "damarcus" dengan teknik rahsia yang disaluti CNT (Carbon Nano Tubes) yang menjadikan ianya AMAT TAJAM dan LENTUR. Seni pembuatan pedang yang terahsia ini amat dikagumi oleh puak Barat dan kajian metalurgi moden setakat hari ini juga, masih tidak berkeupayaan untuk menghasilkan pedang berteknologi tinggi (teknologi NANO) dari peradaban Islam pada kurun ke-12 ini.

Apa itu CNT?

CNT merupakan suatu rantaian atom karbon yang terikat di antara satu sama lain secara heksagonal berbentuk silinder yang mempunyai diameter sekecil 1-2 nanometer. Silinder CNT ini boleh mencapai panjang sehingga berpuluh-puluh mikron dan tertutup di bahagian hujung seolah-olah sebatang paip yang ditutup dikedua-dua hujungnya.

Pencirian yang dilakukan terhadap bahan ini juga menjelaskan bahawa CNT mempunyai kekuatan paling tinggi berbanding bahan lain. Ia juga mempunyai sifat kekonduksian elektrik melebihi kuprum dan logam. Keunikan tiub karbon nano yang lain ialah mempunyai ketahanan terhadap suhu tinggi serta mempunyai jisim yang lebih ringan dari aluminium.

Teknologi NANO.

Kehebatan Pedang Salahuddin Al-Ayyubi telah dibongkar oleh Prof Dr. Peter Paufler dari Jerman. Prof tersebut menjumpai CNT di dalam pedang tersebut bersama senjata2 yang digunakan oleh tentera-tentera Islam pada ketika itu sewaktu perang Salib. CNT ini yang menjadikan pedang tentera Islam ini sangat tajam tetapi mudah lentur. Teknologi NANO ini menggunakan besi baja "damarcus" yang juga dipanggil wootz. Bijih besi ini mengandungi sejumlah peratusan unsur Karbon. Selain besi dan karbon, unsur-unsur seperti Kromium, Mangan, Kobalt juga ditambah bagi menambahkan lagi kekuatan, ketajaman dan kelenturannya.

Salahuddin Al-Ayyubi memimpin Tentera Islam dalam perang salib kurun ke-12.

Teknik pembuatan pedang ini begitu rahsia sehinggakan hanya beberapa keluarga tukang besi di Damsyik saja yang menguasainya. Akhirnya pada kurun ke-18, teknologi pembuatan pedang ini telah pupus. Apa yang tinggal hanyalah pedang-pedang, tombak dan Pisau yang kini tersebar di pelbagai Museum di seluruh dunia. Sekadar mengingatkan kita bahawa Teknologi Hebat Peradaban Islam ini telah hilang di telan zaman.

Wallahua'lam.

12 Persamaan Syi'ah dengan Yahudi




Prakarsa Seorang Yahudi Menelurkan Syiah
------------------------------------------------

Orang-orang Yahudi adalah yang pertama kali menebarkan racun di dalam agama Islam untuk memalingkan putra-putra Islam dari agama dan akidah yang lurus. Dan adalah Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi gembong munafik yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman. Dia geram melihat Islam tersiar dan tersebar di jazirah Arab, di Imperium Romawi, negeri-negeri Persia sampai ke Afrika dan masuk jauh di Asia, bahkan sampai berkibar di perbatasan-perbatasan Eropa.

Ibnu Saba’ ingin menghadang langkah Islam supaya tidak mendunia. Karenanya, ia merencanakan makar bersama Yahudi San’a (Yaman) untuk mengacaukan Islam dan ummatnya. Mereka menyebarkan orang-orangnya termasuk Ibnu Saba’ sendiri ke berbagai wilayah Islam, termasuk ibukota Khalifah, Madinah. Mereka mulai menyulut fitnah dengan memprovokasi orang-orang lugu dan berhati sakit untuk menentang Khalifah Utsman. Pada waktu itu juga mereka memperlihatkan rasa cinta kepada Ali bin Abi Thalib t.Mereka mengaku sebagai pendukung kelompok Ali, padahal Ali tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.

Fitnah ini terus menggelinding. Mereka mencampur pemikiran mereka dengan akidah-akidah yang rusak. Dan mereka menyebut diri sebagai “Syiah Ali” (pendukung Ali), padahal Ali membenci mereka bahkan Ali sendiri telah menghukum mereka dengan siksaan yang pedih. Begitu pula putra-putra dari keturunan Ali membenci dan melaknat mereka. Tapi, kenyataan ini ditutup-tutupi serta kemudian diganti secara licik dan keji.

Pengakuan Tokoh-tokoh Besar Syiah
-----------------------------------------
Seorang ‘Ulama Syiah pada abad ke-3 Hijriyah, Abu Muhammad Al-Hasan bin Musa An-Nubakhti mengatakan dalam kitabnya, “Abdullah bin Saba’ adalah orang yang menampakkan cacian kepada Abu Bakar, ‘Umar dan Utsman serta para sahabat, ia berlepas diri dari mereka dan mengatakan bahwa Ali telah memerintahkannya berbuat demikian. Maka Ali menangkapnya dan menanyakan tentang ucapannya itu. Ternyata ia mengakuinya, maka Ali memerintahkan untuk membunuhnya. Orang-orang berteriak kepada Ali, “Wahai Amirul mukminin! Apakah Anda akan membunuh seorang yang mengajak untuk mencintai Anda, ahlul bait, keluarga Anda dan mengajak untuk membenci musuh-musuh Anda?” Maka Ali mengusirnya ke Madain (ibukota Iran waktu itu).

Dan sekelompok ahli ilmu dari sahabat Ali mengisahkan bahwa Ibnu Saba’ adalah seorang Yahudi lalu masuk Islam dan menyatakan setia kepada Ali. Ketika masih Yahudi ia berkata bahwa Yusa’ bin Nun adalah washi (penerima wasiat) dari Nabi Musa u—secara berlebihan. Kemudian ketika Islamnya, setelah wafatnya Rasulullah r, ia mengatakan tentang Ali sebagai penerima wasiat dari Rasulullah (sebagaimana Musa kepada Yusa’ bin Nun).

Dia adalah orang pertama yang menyebarkan faham tentang Imamah Ali, menampakkan permusuhan terhadap musuh-musuh Ali (yang tidak lain adalah para sahabat yang dicintai Ali) dan mengungkap para lawannya. Dari sanalah orang-orang di luar Syiah mengatakan bahwa akar masalah “Rafdh” (menolak selain Khalifah Ali) diambil dari Yahudi.

Ketika kabar kematian Ali sampai ke telinga Ibnu Saba’ di Madain dia berkata kepada yang membawa berita duka, “Kamu berdusta, seandainya engkau datang kepada kami dengan membawa (bukti) otaknya yang diletakkan dalam 70 kantong dan saksi sebanyak 70 orang yang adil, kami tetap meyakini bahwa dia (Ali) belum mati dan tidak terbunuh. Dia tidak mati sebelum mengisi bumi dengan keadilan.” Demikianlah ucapan orang yang dipercaya oleh semua orang Syiah dalam bukunya “Firaq Asy-Syiah” (hal. 43-44. Cet Al-Haidariyah, Najef 1379 H).

Kini setelah lebih dari seribu tahun sebagian pemimpin ulama Syiah mengingkari keberadaan sosok Ibnu Saba’ dengan tujuan supaya tidak terbongkar kebusukan mereka. Namun di sisi lain, banyak kitab-kitab Syiah yang mengukuhkan tentang keberadaan Ibnu Saba’ sebagai peletak batu pertama agama Syiah. Sebagian ulama Syiah kontemporer telah mengubah pola mereka dan mulai mengakui adanya tokoh Ibnu Saba’, setelah bukti tampak di depan mata mereka dan tidak bisa lagi mengelak. Mengelak harganya sangat mahal bagi mereka sebab konsekuensinya adalah menganggap cacat sumber-sumber agama mereka. Karena itu, Muhammad Husain Az-Zen seorang Syiah kontemporer mengatakan, “Bagaimanapun juga Ibnu Saba’ memang ada dan dia telah menampakkan sikap ghuluw (melampaui batas), sekalipun ada yang meragukannya dan menjadikannya tokoh dalam khayalan. Adapun kami sesuai dengan penelitian terakhir maka kami tidak meragukan keberadaannya dan ghuluwnya.” (Asy-Syiah wa At-Tarikh, hal. 213).

Kemiripan Dua Saudara Kembar, Syiah dan Yahudi
---------------------------------------------------------

Lahir dari Yahudi, menjadikan Syiah dan Yahudi memiliki banyak persamaan. Di antaranya:

1. Yahudi telah mengubah-ubah Taurat, begitu pula Syiah, mereka punya Al-Qur’an hasil kerajinan tangan mereka yakni “Mushaf Fathimah” yang tebalnya 3 kali Al-Qur’an kaum Muslimin. Mereka menganggap ayat Al-Qur’an yang diturunkan berjumlah 17.000 ayat, dan menuduh sahabat menghapus sepuluh ribu ayat lebih.

2. Yahudi menuduh Maryam yang suci berzina (QS. Maryam: 28), Syiah melakukan hal yang sama terhadap istri Rasulullah ‘Aisyah—radhiallahu ‘anha—sebagaimana yang diungkapkan Al-Qummi (pembesar Syiah) dalam Tafsir Al-Qummi (II/34).

3. Yahudi mengatakan, “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan hanya beberapa hari saja.” (QS. Al-Baqarah: 80). Syiah lebih dahsyat lagi dengan mengatakan, “Api neraka telah diharamkan membakar setiap orang Syiah”, sebagaimana tercantum dalam kitab mereka yang dianggap suci Fashl Kitab (hal.157).

4. Yahudi meyakini, Allah mengetahui sesuatu setelah terjadinya sesuatu itu padahal Allah tadinya tidak tahu, begitu juga dengan Syiah. Orang-orang Syiah menyebutnya sebagai akidah al bada’.

Abu Abdillah berkata, “Seseorang belum dianggap beribadah kepada Allah sedikit pun, hingga ia mengakui adanya sifat bada’ bagi Allah.” (Ushulul Kafi fi Kitabit Tauhid: 1/331).

Bayangkan, mereka menisbahkan kebodohan kepada Allah yang telah berfirman,

“Katakanlah, “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65).

Sementara di sisi lain, mereka berkeyakinan bahwa para imam mereka mengetahui segala ilmu pengetahuan dan tak ada sedikit pun yang samar baginya.

Al Kulaini, seorang ulama paling terpercaya di kalangan Syiah berkata di dalam bukunya, “Bab bahwa para imam mengetahui ilmu yang telah dan akan terjadi, dan tidak ada sesuatu apa pun yang tersembunyi bagi mereka.” (Al Kafi: 1/261).

5. Yahudi berkata “Tidak layak (tidak sah) kerajaan itu melainkan di tangan keluarga Daud.” Syiah berkata, ”Tidak layak Imamah itu melainkan pada Ali dan keturunannya.”

6. Yahudi menghalalkan darah setiap muslim. Demikian pula Syiah, mereka menghalalkan darah Ahlussunnah/Sunni.

7. Yahudi tidak menetapkan adanya jihad hingga Allah mengutus Dajjal. Syiah Rafidhah mengatakan,”Tidak ada jihad hingga Allah mengutus Imam Mahdi datang.”

8. Orang-orang Yahudi memberikan kepemimpinan kepada anak keturunan Nabi Harun, bukan keturunan Nabi Musa. Demikian pula orang-orang Syiah, mereka memberikan kepemimpinan kepada keturunan Al Husein, bukan Al Hasan.

Dalam riwayat orang-orang Syiah disebutkan, dari Hisyam bin Salim, dia berkata, “Aku berkata kepada Ash-Shadiq Ja’far bin Muhammad—‘alaihimas salam, manakah yang lebih utama Al Hasan atau Al Husein?” Maka dia berkata, “Al Hasan lebih utama dari Husein.” Aku berkata, “Lalu bagaimana bisa imamah setelah Al Husein ditampuk keturunan Al Husein, bukan keturunan Al Hasan?” Maka Ja’far berkata, “Sesungguhnya Allah—Tabaraka wa Ta’ala—menyukai jika sunnah Musa dan Harun berlaku kepada Al Hasan dan Al Husein—‘alaihimas salam. Apakah engkau tidak melihat bahwasanya Musa dan Harun itu keduanya adalah nabi? Demikian pula Al Hasan dan Al Husein, keduanya adalah imam. Tapi, Allah menjadikan nubuwwah bagi keturunan Harun, bukan Musa, walaupun Musa lebih afdhal dari Harun—‘alaihimas salam.

9. Syiah Imamiyah menetapkan 12 imam mereka untuk menyerupai jumlah pemimpin dari kalangan Bani Israil, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al Maidah: 12.

10. Orang-orang Yahudi membenci Jibril. Mereka mengatakan bahwa Jibril adalah musuh kita dari kalangan malaikat. Adapun Syiah berkata, Jibril telah keliru dalam menyampaikan wahyu kepada Rasulullah. Mereka juga berkata, “Sesungguhnya Jibril telah berkhianat ketika menyampaikan wahyu kepada Muhammad, padahal sepantasnya dan yang lebih berhak adalah Ali bin Abi Thalib t.”

Inilah Syiah, bagaimana bisa mereka menuduh Jibril berkhianat, padahal Allah telah menyifatinya dengan al amin (yang dapat dipercaya) dalam firman-Nya, “Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al Amin (Jibril).” (QS. As-Syu’ara: 193).

11. Yahudi sangat keras memusuhi kaum Muslimin, firman Allah, artinya: “Pasti kamu akan dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al Maidah: 82).

Demikian pula dengan orang-orang Syiah, sangat memusuhi ahlus sunnah waljamaah, bahkan menganggap mereka sebagai najis.

12. Yahudi dan Syiah, keduanya tidak bersifat adil dalam memberikan kecintaan dan kebencian. Di satu sisi, Yahudi bersifat ghuluw terhadap sebagian nabi dan orang-orang shaleh mereka. Mereka menempatkannya sebagai sembahan yang diagungkan. Seperti perkataan mereka yang dikutip dalam al Qur’an, “’Uzair anak Allah.” (Qs. At-Taubah: 30). Namun di sisi lain, mereka mencela sebagian nabi dan menuduh mereka sebagai penjahat. Demikian pula dengan Syiah, Anda melihat mereka berlebih-lebihan mengagungkan Ali t dan sebagian keturunan beliau, bahkan menempatkan mereka sebagai sembahan dan berkeyakinan bahwa Allah bersatu dalam dzat mereka. Namun di sisi lain, mereka mencela sahabat dan kaum Muslimin. Menuduh mereka munafik dan kafir.

Meski banyak memiliki persamaan, Yahudi dan Nasrani telah selangkah lebih maju dari Syiah dalam hal etika. Ketika orang-orang Yahudi ditanya, “Siapa penganut terbaik agama kalian?” Mereka menjawab, “Sahabat-sahabat Musa.” Orang-orang Nashrani pun ditanya dengan pertanyaan yang sama, jawaban mereka, “ Para penolong ‘Isa.” Dan ketika orang-orang Syiah ditanya, “Siapa pengikut paling durhaka dari agama kalian?” Mereka menjawab, “Sahabat-sahabat Muhammad.”

Bagi mereka firman Allah, artinya: “Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Thagut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir, bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah. Dan barangsiapa dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya.” (QS. An-Nisaa’: 51-52).

Al Fikrah No. 20 Tahun X/28 Jumada al Akhirah 1430

Isnin, 17 Jun 2013

KISAH RASULULLAH MENGAJAR LELAKI KELUAR DARI KEMISKINAN


 

Pada suatu hari seorang lelaki Ansar datang kepada Nabi Muhammad saw meminta bantuan.

Baginda saw pun bertanya, “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumah?”

Lelaki Ansar menjawab, “Ya ada. iaitu pakaian kasar yang dapat mengalas punggung unta. Sehelai kami guna dan ada yang sehelai hamparkan. Dan juga bekas minum.”

Rasulullah saw pun terus berkata, “Bawa kedua-duanya kepada aku.”

Maka lelaki Ansar itu tadi pun membawa kedua-duanya kepada Rasulullah saw lantas Baginda mengambilnya lantas berkata kepada orang ramai, “Siapa yang mahu membeli dua barang ini?”

Seorang lelaki menjawab, “Aku akan membelinya dengan 1 dirham,”

Rasulullah saw pun berkata & mengulanginya 2, 3 kali, “Siapa yang mahu menawarkan 2 dirham?”

Seseorang pun menjawab, “Saya mahu membelinya dengan 2 dirham,”

Rasulullah saw pun mengambil 2 dirham tersebut dan diberikan kepada lelaki Ansar tadi lalu berkata,“Belilah makanan 1 dirham untuk keluargamu dan 1 dirham lagi gunakan untuk membeli (mata) kapak dan bawa kepadaku.”

Lelaki Ansar tadi pun melaksanakan arahan Rasulullah saw dan memberikan (mata) kapak tersebut kepada Baginda. Rasulullah saw memasangkannya dengan kayu lalu berkata, “Nah (kapak) dan sila pergi mencari kayu. Aku tak mahu melihat kamu di sini selama 15 hari ini.”

Lelaki Ansar itu pun beredar, mencari kayu dan menjualnya. Selepas 15 hari lelaki Ansar itu datang kepada Rasulullah saw bersama 15 dirham. Rasulullah saw pun berkata, “Beli makanan dan bakinya beli pakaian. Sesungguhnya ini adalah lebih baik dari dari kamu datang meminta-minta kerana perbuatan meminta-minta itu akan merosakkan wajah kamu pada hari Akhirat. Sesungguhnya meminta-minta itu hanya untuk yang sangat miskin, orang yang kerugian teruk atau darah yang menyakitkan.”

Nota:
1. Hadis ini direkodkan oleh Imam Ibn Majah, No hadis 2198.
2. Rantaian hadis ini bermula dari Anas bin Malik r.a.

Ahad, 2 Jun 2013

12 GOLONGAN BANGKIT DARI KUBUR

 



12 Golongan Umat Bangkit Dari Kubur. Firman Allah swt dalam surah al-Naba ayat 18:-"Iaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok. "Adalah diriwayatkan bahawa ayat yang tersebut di atas pernah ditanyakan oleh Saidina Muaz bin Jabal r.a, katanya, "Ya Rasulullah, apa maksudnya ayat ini?" Maka Rasulullah SAW menangis sebelum menjawab soalan tersebut kerana inilah yang selalu dibimbangkan oleh Baginda. Lalu Baginda menjawab: "Ya Muaz, umatku kelak apabila bangkit dari kubur akan menjadi 12 golongan. Sebanyak 11 golongan akan memasuki neraka dan hanya 1 golongan saja yang akan memasuki syurga. Adapun 11 golongan yang memasuki neraka adalah seperti berikut:-

1. Mereka yang tidak mempunyai kaki dan tangan. Ini adalah kerana mereka suka menyakiti hati tetangga.

2. Mereka yang menyerupai babi (khinzir). Ini adalah balasan bagi orang yang suka melalaikan solat lima waktu.

3. Mereka yang perutnya besar seperti gunung dan dipenuhi dengan ular dan kala Jengking. Inilah balasan bagi mereka yang enggan mengeluarkan zakat.

4. Mereka yang keluar darah dari mulutnya. Inilah balasan mereka yang berdusta.

5. Mereka yang berbau busuk seluruh badannya. Ini adalah balasan mereka yang mencari keuntungan dalam jual beli atas penipuan.

6. Mereka yang dicincang-cincang pada tengkuk dan bahu. Ini adalah balasan mereka yang menyaksikan maksiat atau perbuatan jahat.

7. Mereka yang keluar dengan tidak berlidah dan keluar nanah dan darah dari mulut. Ini balasan mereka yang tidak mahu menyaksikan kebenaran.

8. Mereka yang keluar dalam keadaan terbalik iaitu kepala dibawah dan kakinya keatas. Ini adalah balasan mereka yang berzina serta mati sebelum bertaubat.

9. Mereka yang berwajah hitam, bermata biru dan perutnya penuh api. Ini balasan mereka yang memakan harta anak yatim secara zalim.

10. Mereka yang kulitnya penuh kudis dan penyakit2 lain yang menjijikan. Ini adalah balasan mereka yang berani melawan kedua ibu bapanya.

11. Meraka yang buta matanya dan hatinya, giginya seperti tanduk, bibirnya berjuntai hingga keperut, dari perut dan pehanya keluar kotoran. Ini adalah balasan mereka minum minuman keras.

Dan satu golongan yang masuk ke syurga ialah:

12. Mereka yang wajahnya bagaikan bulan purnama, berjalan di atas titian Mustaqim laksana kilat. Ini balasan orang yang ber'amal salih dan menjauhi maksiat serta mendirikan solat lima waktu dan mati dalam keadaan bertaubat. "Muhasabahlah diri kita, dalam golongan mana sebenarnya kita berada. Moga kita berada dalam golongan orang yang ber'amal soleh.