Isnin, 16 Mei 2016

Ahad, 3 Januari 2016

Uwais Al-Qorni (Tidak Terkenal di Bumi, Tapi Terkenal di Langit)





Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.
Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.
Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.
Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka'bah karena Rasullah SAW berpesan "Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."
"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)

CERITA KEHIDUPAN UWAIS AL QORNI

Pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.

Dalam kehidupannya sehari-hari, Uwais Al-Qarni bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan domba-domba orang pada waktu siang hari. Upah yang diterimanya cukup buat nafkahnya dengan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dia dan ibunya. Demikianlah pekerjaan Uwais Al-Qarni setiap hari.
Uwais Al-Qarni terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Uwais Al-Qarni seringkali melakukan puasa. Bila malam tiba, dia selalu berdoa, memohon petunjuk kepada Allah. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka telah bertemu dengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya, telah juga didengar oleh Uwais Al-Qarni. Segera Uwais mengetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau. Hari demi hari berlalu, dan kerinduan Uwais untuk menemui Nabi saw semakin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu Nabi Muhammad saw dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suara Nabi saw, kerinduan karena iman.

Tapi bukankah ia mempunyai seorang ibu yang telah tua renta dan buta, lagi pula lumpuh? Bagaimana mungkin ia tega meninggalkannya dalam keadaan yang demikian? Hatinya selalu gelisah. Siang dan malam pikirannya diliputi perasaan rindu memandang wajah nabi Muhammad saw.
Akhirnya, kerinduan kepada Nabi saw yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinyadan mohon ijin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibu Uwais Al-Qarni walaupun telah uzur, merasa terharu dengan ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumi perasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”
Betapa gembiranya hati Uwais Al-Qarni mendengar ucapan ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkat. Namun, ia tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkannya, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.
Uwais Ai-Qarni Pergi ke Madinah

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al-Qarni sampai juga dikota madinah. Segera ia mencari rumah nabi Muhammad saw. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarni menanyakan Nabi saw yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah ra, istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman, “engkau harus lekas pulang”.
Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

Peperangan telah usai dan Nabi saw pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi saw menanyakan kepada Siti Aisyah ra tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”
Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan do'a dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta do'a pada kalian.”

Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Seperti yang dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Fenomena Ketika Uwais Al-Qarni Wafat

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, disitu selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni? bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”
Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni disebabkan permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra dan Ali ra, agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

Sumber:
"Cerita ini diambil dari buku '20 Kisah Sahabat dan Thabiin' terbitan Qibla karangan Ummuthoriq el khanzo."
- Facebook

Jumaat, 12 Jun 2015

Pameran Relik Suci Rasulullah Muhammad S.A.W.

Assalamualaikum.....


Pameran Relik Suci Rasulullah Muhammad S.A.W. "Menghayati Rasulullah" akan di adakan pada :


TARIKH: 27 Julai - 9 Ogos 2015 
TEMPAT: Muzium Diraja (Istana Negara Lama)


Semua dijemput hadir..

Koleksi Relik asli ini dibawa dari Istana Alangsar di Abu Dabi yang merupakan kolesi peribadi YAM Dr. Sheikh Ahmad Al Khazraji yang merupakan Khalifa Ansar.

Khamis, 16 April 2015

Pesta BUKU Kembali!!!

Assalamualaikum. Mari -  Mari pesta buku kembali menemui anda...


Isnin, 7 April 2014

PROPHETS MUHAMMAD






Khulafa Ar-Rasyidin (Khalifah Ali bin Abu Talib)

Khalifah Ali bin Abu Talib

       Pada tahun 656 M, khalifah ketiga Islam iaitu Khalifah Uthman Affan wafat kerana dibunuh oleh pemberontak di dalam rumahnya sendiri. Segelintir masyarakat kemudiannya mencadangkan supaya Saidina Ali menjadi khalifah tetapi Saidina Ali menolak. Namun selepas didesak oleh pengikutnya, beliau akhirnya bersetuju menjadi khalifah.

        Ketika pemerintahannya telah terjadi dua perang saudara di kalangan umat Islam, iaitu Perang Jamal ("Perang Unta") antara tentera pimpinan Saidina Ali dengan pengikut Saiditina Aisyah binti Abu Bakar. Dalam perang ini, Zubair ibn Awwam dan Talhah ibn Ubaidillah telah terkorban. Perang ini berjaya dipadamkan oleh Khalifah Ali. Selepas tamat Perang Jamal, Khalifah Ali menghantar Saiditina Aisyah kembali ke Madinah sementara Perang Siffin pula membabitkan penentangan Muawiyah yang ketika itu berpusat di Damsyik. Dalam peperangan ini, Ammar ibn Yasir terkorban. Penentangan ini berjaya ditamatkan apabila empayar Islam dipecahkan kepada dua.
Saidina Ali wafat pada tahun 661 M akibat dibunuh oleh Abdul Rahman bin Muljam ketika beliau dalam perjalanan ke masjid untuk menunaikan solat subuh.


Khulafa Ar-Rasyidin (Khalifah Uthman Affan)

Khalifah Uthman Affan

        Saidina Uthman menjadi khalifah selepas Saidina Umar Al-Khatab dibunuh pada tahun 644 M. Beliau memerintah selama dua belas tahun iaitu dari tahun 644 sehingga tahun 656. Antara pembaharuan yang dibuat ialah menubuhkan angkatan tentera laut yang diketuai oleh Muawiyah dan membuat dasar terbuka dalam hubungan politik dan urusan dagangan. Beliau juga berjaya menyalin semula ayat al-Quran dalam bentuk yang sempurna dan dikenali sebagai Mushaf Uthman.
Semasa pemerintahannya, keseluruhan Iran, sebahagian daripada Afrika Utara, dan Cyprus menjadi sebahagian daripada empayar Islam.

       Saidina Uthman wafat pada tahun 656 akibat dibunuh oleh pemberontak yang tidak puas hati dengan pemerintahannya.


Khulafa Ar-Rasyidin (Khalifah Umar al-Khatab)

Khalifah Umar al-Khatab

        Semasa pemerintahan singkat Saidina Abu Bakar, Saidina Umar merupakan penasihat Saidina Abu Bakar. Saidina Abu Bakar mencalonkan Saidina Umar sebagai penggantinya sebelum kematiannya pada tahun 634 M. Dengan itu Saidina Umar menjadi khalifah kedua umat Islam.
Semasa pemerintah Saidina Umar, empayar Islam berkembang dengan pesat; menawan Mesopotamia dan sebahagian kawasan Parsi daripada Empayar Parsi (berjaya menamatkan Empayar Parsi), dan menawan Mesir, Palestin, Syria, Afrika Utara, dan Armenia daripada Byzantine (Rom Timur). Pada tahun 638, selepas pengempungan Baitulmuqaddis yang agak lama, tentera Islam berjaya menakluk kota tersebut.

        Saidina Umar banyak melakukan perubahan terhadap sistem pemerintahan Islam, seperti menubuhkan pentadbiran baharu di kawasan yang baru ditakluk, memberi upah kepada tentera dan membuat jadual giliran bertugas, mewujudkan pejabat pos untuk surat menyurat, menyelaras aliran sungai untuk tujuan pertanian dan melantik panglima-panglima perang yang berkebolehan. Kota Basra dan Kufah juga dibina semasa pemerintahannya.
Saidina Umar wafat pada tahun 644 selepas dibunuh oleh seorang hamba Parsi yang bernama Abu Lu'lu'ah.

Khulafa Ar-Rasyidin (Khalifah Abu Bakar as-Siddiq)

               Khulafa ar-Rasyidin atau Khulafa ar-Rasyidun (jamak kepada Khalifatur Rasyid) bererti wakil-wakil atau khalifah-khalifah yang benar atau lurus. Mereka waris kepimpinan Rasulullah selepas kewafatan baginda Nabi Muhammad s.a.w.. Perlantikan mereka dibuat secara syura iaitu perbincangan para sahabat atau pilihan khalifah sebelum. Pemerintahan Khulafa al-Rasyidin diganti oleh kerajaan Ummaiyyah. Khulafa ar-Rasydin terdiri daripada empat sahabat:
  • Saidina Abu Bakar, 632-634 M
  • Saidina Umar Al-Khatab, (Umar І) 634-644 M
  • Saidina Uthman Affan, 644-656 M
  • Saidina Ali Abi Talib, 656-661 M
Selepas kematian Saidina Ali, pemerintahan jatuh kepada Muawiyah yang mengasaskan Kerajaan Bani Ummaiyyah.

Khalifah Abu Bakar as-Siddiq

        Semasa Rasulullah s.a.w. sedang sakit tenat, baginda mengarahkan supaya Saidina Abu Bakar mengimamkan solat orang Islam. Selepas kewafatan Nabi Muhammad s.a.w., sebuah majlis yang dihadiri oleh golongan Ansar dan Muhajirin ditubuhkan untuk melantik seorang khalifah bagi memimpin umat Islam. Hasil daripada perjumpaan itu, Saidina Abu Bakar dilantik dan menjadi khalifah pertama umat Islam.

        Perlantikan Saidina Abu Bakar mendapat tentangan daripada beberapa orang yang ingin melantik Saidina Ali Abi Talib sebagai khalifah antaranya ialah golongan khawarij. Tentangan itu tamat selepas Saidina Ali Abi Talib membaiahkan Saidina Abu Bakar. Antara kejayaan yang diperoleh Saidina Abu Bakar ialah melancarkan kempen untuk menghapuskan golongan Riddah dan nabi palsu dalam siri Peperangan Islam-Riddah, pengumpulan Al Quran, dan berjaya menawan beberapa kawasan milik Empayar Parsi dan Byzantine. Beliau wafat pada tahun 634.


lagu R4BIA

lagu dibawa khas dan gandingan artis Islam sedunia R4BIA

jom hayati lagu ni bersama


Khamis, 13 Februari 2014

Kesalahan Semasa Solat Tanpa Kita Sedari




  1. Tidak berdiri lurus. Berdiri lurus bagi yang berkemampuan merupakan salah satu rukun solat. Apa yang diperhatikan, seseorang yang sakit tidak berdiri lurus semasa solat. Mereka terus duduk, tanpa berdiri lurus. Sewajibnya, mereka berdiri lurus dahulu, kemudian, barulah mereka boleh duduk. Ini adalah kerana mereka masih boleh berdiri dan berjalan! Macam mana mereka ke masjid sekiranya mereka tidak boleh berjalan? Perkara ini terkecuali sekerinya seseorang itu memang betul-betul tidak mampu untuk berdiri
  2. Takbiratul Ihram dilafazkan dengan salah. Contohnya, bertakbir dengan lafaz ﭐﷲ di mulut, dan ﺃﻛﺒﺮ di dalam hati. Walhal, lafaz takbiratul ihram adalah RUKUN QAULI, maka, ia WAJIB dilafazkan 100% di mulut tanpa meninggalkan satu hurufpun dalam kalimah ﭐﷲ ﺃﻛﺒﺮ . Selain itu, sekiranya makhraj lafaz takbiratul ihram ini salah, maka ia boleh juga membatalkan solat. Contohnya, melafazkan takbiratul ihram dengan suara angin (seperti suara orang berbisik).
  3. Terdapat kesalahan dalam al-Fatihah. Al-Fatihah merupakan RUKUN QAULI yang wajib dilafazkan 100% oleh mulut dengan makhraj dan tajwid yang betul. Sekiranya membaca al-Fatihah dalam hati atau menggunakan suara angin, maka, ia boleh membatalkan solat.
  4. Tidak thomakninah (berhenti seketika) dalam rukuk dan sujud. Kadar minimum untuk rukuk dan sujud adalah dengan kadar lafaz “subhanallah”. Maksud hadis:
“Seburuk-buruk pencuri adalah orang yang mencuri dalam solatnya.” Sahabat bertanya, “Bagaimana caranya mencuri solat itu wahai Rasulullah?”
“Yaitu, yang tidak menyempurnakan rukuk, sujud dan bacaan di dalam solatnya” (HR Ahmad)
  1. Sujud yang tidak sempurna, anggota sujud tidak dikenakan ke atas lantai. Tujuh anggota sujud tersebut adalah: muka (termasuk dahi dan hidung); kedua tapak tangan; kedua lutut dan penghujung 2 tapak kaki (ibu jari), sebagaimana sabdanya yang bermaksud:
“Aku telah memerintahkan agar sujud keatas tujuh tulang: keatas dahi, dan beliau mengisyaratkan ke hidungnya, 2 tangan, 2 lutut dan pada penghujung 2 tapak kaki (ibu jari).” (Muttafaqun ‘Alaih)
  1. Lafaz tahiyyaat akhir yang salah. Perkara ini merupakan antara kesalahan yang amat biasa dilakukan tetapi ramai yang tidak menyedarinya. Lafaz tahiyyaat wajib disebut dengan makhraj yang betul kerana ia adalah rukun qauli. Sekiranya lafaz tahiyyat itu dilafazkan dengan suara angin juga, ia akan membatalkan solat. Namun begitu, amat sukar untuk diterangkan berkaitan lafaz tahiyyat akhir yang betul di dalam ruang yang terbatas ini. Sebaik-baiknya, rujuklah guru agama yang hak.
  2. Lafaz salam dibaca dalam hati, dilafaz dengan suara angin, atau melafazkan salam dengan makhraj dan huruf yang salah juga boleh membatalkan solat. Lafaz yang tepat adalah ﭐﻟﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢﻭﺭﺣﻤﺔﭐﷲ (assalaamu’alaikum warahmatullaah). Sekiranya menyebut “asalaamu’alaikum”, “salaamu’alaikum”, menukar huruf ﻉ kepada ﺃ, huruf ﺡ kepada ﻫ, atau apa sahaja sebutan yang selain daripada ﭐﻟﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢﻭﺭﺣﻤﺔﭐﷲ , ia akan membatalkan solat. Menyebut salam dalam hati juga boleh membatalkan solat, kerana lafaz salam pertama adalah rukun qauli, ia WAJIB dilafazkan 100% oleh mulut dengan makhraj dan tajwid yang betul.
  3. Tangan berayun-ayun semasa i’tidal. Pergerakan anggota besar 3 kali berturut-turut boleh membatalkan solat. Tak tahulah kenapa orang suka sangat ayun tangan semasa i’tidal, yang macam buayan tu.
  4. Tidak berhenti seketika, yakni i’tidal selepas rukuk.
  5.  Dada berpaling dari kiblat

Sumber: http://www.soutulmujahid.com/

Ahad, 9 Februari 2014

Garam - Amalan Sunnah Yang Jarang Diketahui




Sunnah Rasulullah
Amalan Rasulullah S.A.W memakan secubit garam sebelum dan selepas makan kini dibuktikan oleh para saintis bahawa tabiat ini menambahkan keberkesanan perut untuk menghadam makanan dan menghindarkan perut dari menyerap racun.

Dari Abdullah Bin Umar
”Sesungguhnya ALLAH menurunkan empat perkara berkat (mempunyai kebaikan) dari langit ( menerusi hujan ) ke bumi iaitu besi, api, air dan garam”

Hadis Riwayat Al-Baghawiy dalam tafsirnya. Dari Anas Bin Malik, Nabi s.a.w. bersabda ;”Penghulu segala lauk pauk kamu ialah garam ."

Dalam kitab perubatan Islam, untuk penyakit dari laut maka untuk keluarkannya dari badan/merawatnya dari laut juga iaitu menggunakan air garam. Antaranya:

1. Penyakit Ghaut – timbus anggota badan atau bahagian yang bengkak dengan pasir laut ( tepi pantai) 1 – 2 jam kemudian mandi air laut.

2. Kalau tinggal di bandar, goreng 1 – 2 genggam garam kasar sampai kekuningan kemudian demah/tuam di bahagian yang bengkak atau sakit. Garam itu dibungkus dengan kain.

3. Guna cara yang sama seperti di atas untuk penyakit lenguh-lenguh sendi, sakit kepala, senggugut. Kalau sakit lelah demah/tuam pada tapak kaki.

4. Elak mabuk semasa perjalanan dengan meminum madu dan secubit garam atau air suam dan secubit garam sebelum memulakan perjalanan.

5. Mengembalikan tenaga untuk orang yang bekerja berat seperti bertani, bersukan dan seumpamanya – minum air suam dan sedikit garam.

6. Cuci perut : minum air suam dan satu butir garam kasar sebelah pagi.

Petua berdasarkan kajian Merendam kerang supaya hilang tahinya. Dalam kaedah perubatan Islam, sesuatu perkara yang buruk diubat dengan asalnya. Kerang berasal dari laut, dan garam digunakan untuk meneutralkan keburukannya (tahi).

Mengurang tahap kemasinan ikan masin. Ikan kering yang terlalu masin boleh dikurangkan kadar kemasinannya dengan merendam dalam air garam juga.

Merawat cirit-birit. Ia boleh diubati dengan meminum air yang dicampur sedikit garam.

Garam diguna untuk merawat kegatalan. Air yang dicampur garam disapukan pada kulit yang gatal.

Menambah imuniti badan akibat perubahan hawa/angin. Hal ini berlaku di sesetengah tempat di negeri Arab. Misalnya pelajar Malaysia yang berkunjung ke Arab akan mengalami alahan terhadap hawa/angin tempat baharu. Air garam diminum sebagai ubatnya.

Selasa, 4 Februari 2014

NAMA-NAMA SYURGA DAN BAKAL PENGHUNINYA


1. Syurga Firdaus
Syurga Firdaus diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Tentang calon penghuninya dijelaskan dalam surat Al Mu’minun ayat 1-11, yanag ertinya sebagai berikut:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (iaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara solatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yakni) yang akan mewarisi Syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (al-Mu’minun:1-11)

2. Syurga ‘Adn
Syurga ‘Adn diciptakan oleh Allah SWT dari intan putih. Calon penghuni Syurga ‘Adn antara lain:

- Orang yang bertakwa kepada Allah SWT.
“(iaitu) Syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam Syurga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (iaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun alaikum, masuklah kamu ke dalam Syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.” (An-Nahl:30-31)

- Orang yang benar-benar beriman dan beramal soleh.
“Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal soleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia). (iaitu) Syurga Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).” (Thaha:75-76)

- Orang yang banyak berbuat baik.
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih cepat berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah kurnia yang amat besar. (Bagi mereka) Syurga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.” (Fathir:32-33)

- Orang yang sabar, menginfakkan hartanya dan membalas kejahatan dengan kebaikan.
“Dan orang-orang yang sabar kerana mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (iaitu) Syurga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang soleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.” (Ar Ra’d:22-23)

3. Syurga Na’im
Syurga Na’im diciptakan oleh Allah SWT dari perak putih. Calon penghuninya adalah orang-orang yang benar-benar bertakwa dan beramal soleh. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) Syurga-Syurga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.” (Al-Qalam: 34)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, bagi mereka Syurga-Syurga yang penuh kenikmatan” (Luqman :8)

“Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal soleh adalah di dalam Syurga yang penuh kenikmatan.” (Al-Hajj:56)

4. Syurga Ma’wa
Syurga Ma’wa diciptakan oleh Allah SWT dari zamrud hijau. Calon penghuninya adalah:

- Orang-orang yang benar-benar beriman dan beramal soleh.
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, maka bagi mereka Syurga-Syurga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As-Sajdah:19)

- Orang-orang yang takut pada kebasaran Allah SWT dan menahan diri dari hawa nafsu buruk. “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal (nya).” (An-Nazi’at:40-41)

5. Syurga Darussalam
Syurga Darussalam diciptakan oleh Allah SWT dari yakut merah. Calon penghuninya adalah orang-orang yang kuat iman dan islamnya, mengamalkannya ayat-ayat Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari serta mengerjakan amal soleh lainnya kerana Allah SWT. Firman Allah SWT: “Bagi mereka (disediakan) darussalam (Syurga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal soleh yang selalu mereka kerjakan.” (Al-An’am:127)

6. Syurga Darul Muqamah
Syurga Darul Muqamah diciptakan oleh Allah SWT dari permata putih. Calon penghuninya adalah orang-orang yang melakukan banyak kebaikan. Firman Allah SWT: “Dan mereka berkata:” Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dukacita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (Syurga) dari kurnia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu “. (Fathir :34-35)

7. Syurga Al Maqaamul
Syurga Al Maqaamul adalah Syurga yang diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya adalah orang-orang yang sangat beriman (muttaqien), iaitu yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman.” (Ad-Dukhan:51)

8. Syurga Khuldi
Syurga Khudli adalah Syurga yang diciptakan oleh Allah SWT dari marjan merah dan kuning. Calon penghuninya adalah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Firman Allah SWT: “Katakanlah:” Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau Syurga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa? Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka.” (Al-Furqan:15)

Wallahualam

Selasa, 20 Ogos 2013

ISU MESIR: KENYATAAN DR.HASSAN SYAFIE (Ringkasan) - Ahli Majlis Ulama Al Azhar

1. Bukan semua orang yang ditembak itu pengikut Ikhwanul Muslimin. Penembak ini seolah-olah bukan lagi manusia

2. Saya memohon kepada semua agar tidak meredhai kezaliman ini

3. Saya juga memohon –sebagai salah seorang anggota majlis ulama di Al Azhar-mereka yang telah mengambil perjanjian dengan Allah bahawa kita tidak boleh menyembunyikan ilmu

4. Saya memohon kepada semua ulama Mesir terutama sekali kepada Syeikhul Azhar hendaklah menyatakan sebagaimana pernyataan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahawa “darah seorang muslim lebih suci daripada Kaabah”

5. Saya memohon kepada ulama seluruh dunia di Arab Saudi, negara-negara Teluk, Syam, Iraq, Pakistan, India, Malaysia, Indonesia, Maghribi, Benua Afrika, Wahai hamba Allah! dengarlah…ribuan cedera dan ratusan terbunuh, bukan berperang dengan zionis yang menceroboh tanah suci tapi membedil rakyat yang tidak bersenjata.

6. Kita tidak pernah menyaksikan peristiwa sebegini meskipun di zaman diktator tegar Presiden Jamal Abdul Nasir. Beliau tidak membedil penunjuk perasaan yang menentangnya pada tahun 1967

7. Di mana perginya suara-suara hak-hak asasi manusia di dalam dan di luar negara? Bukankah mereka adalah manusia yang telah ditumpahkan darahnya? Di mana perginya Dr.Mohamed Baradie yang mengatakan bahawa Dr.Morsi telah hilang kemuliaannya ketika seorang rakyat Mesir terbunuh pada zaman pentadbirannya?

Bentuk fizikal Rasulullah S.A.W



Anas bin Malik r.a. atau Abu Nadhr Anas bin Malik al Anshari al Bukhari al Khazraji adalah sahabat yang paling akhir meninggal dunia di Basrah, iaitu pada tahun 71 H. Beliau telah tinggal bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan membantu Baginda selama 10 tahun. Selama itu juga Anas bin Malik r.a. dapat melihat lebih dekat dan beliau menyatakan bahawa segala yang ada pada diri Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, semuanya istimewa. Termasuk bentuk tubuh Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam..

“Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak juga rendah. Kulitnya tidak putih melepak juga tidak sawo matang. Rambutnya ikal, tidak kerinting dan tidak juga lurus kaku. Baginda diangkat (menjadi rasul) Allah SWT dalam usia 40 tahun. Baginda tinggal di Makkah (sebagai Rasul) 10 tahun dan di Madinah 10 tahun. Baginda pulang ke Rahmatullah dalam usia 63 tahun. Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai 20 helai rambut yang telah berwarna putih.” (Diriwayatkan oleh Abu Raja Qutaibah bin Sa’id, dari Malik bin Anas, dari Rabi’ah bin Abi` Abdurrahman yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

“Aku tak pernah lihat orang yang berambut panjang terurus rapi dengan mengenakan pakaian merah yang lebih tampan dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Rambutnya mencapai kedua bahunya. Kedua bahunya bidang. Baginda bukanlah seorang yang berperawakan (bertubuh) rendah dan tidak juga terlampau tinggi.” (diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Waki’, dari Sufyan, Dari Abi Ishaq, yang bersumber dari al Bara bin Azib r.a.)

“Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak berperawakan (bertubuh) terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah. Baginda berperawakan sederhana di antara kaumnya. Rambut tidak keriting bergulung dan tidak pula lurus kaku, melainkan ikal bergelombang. Badannya tidak gemuk, dagunya tidak tirus dan wajahnya agak bundar. Kulitnya putih kemerah-merahan. Matanya hitam pekat dan bulu matanya lentik. Bahunya bidang. Baginda memiliki bulu lebat yang memanjang dari dada sampai ke pusat. Tapak tangan dan kakinya terasa tebal. Bila Baginda berjalan, berjalan dengan tegap seakan akan Baginda turun ke tempat yang rendah.

“Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mempunyai gigi seri yang renggang. Apabila Baginda bertutur kelihatan seperti ada cahaya yang memancar keluar antara kedua-dua gigi serinya itu.” (Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abdurrahman, dari Ibrahim bin Mundzir al Hizami, dari Abdul Aziz bin Tsabit az Zuhri, dari Ismail bin Ibrahim, dari Musa bin Uqbah, dari Kuraib yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a.)


Cara Ringkas Solat @ Sembahyang Jenazah



1. Angkat Takbir "Allahuakbar" & Niat dalam hati :
- Sahaja aku solat jenazah terhadap mayat ini, 4 takbir, fardhu kifayah kerana Allah Ta’ala.
- Jadi makmum? tambah "sebagai makmum kerana Allah Taala"
- Baca Alfatihah hingga akhir

2. Angkat Takbir Kedua "Allahuakbar"
- Baca : Allahumma solli a'la Muhammad wa a'la ali Muhammad
- Pendek pun takpa, paling elok selawat ibrahimiah macam dalam tahiyyat akhir

3. Angkat Takbir Ketiga "Allahuakabar"
- Baca doa (pendek pun takpa, panjang lagi bagus) contoh dibawah ni :
- Allahummargh firlahu warhamhu (untuk mayat lelaki)
- Allahummargh firlaha warhamha (untuk mayat perempuan)
- Untuk mayat kanak-kanak yang belum baligh, tidak dibacakan doa ini kerana mereka masih tidak dikira     dosa pahala oleh malaikat. ada doa lain di link bawa (al azkar)

4. Angkat Takbir Ke Empat "Allahuakbar"
- "Assalamualaikum warahmatullah " Beri Salam kanan n kiri
- Selesai

Jika jadi makmum, ikutlah di belakang imam, berdiri rapat rapat. dan ikutlah jugalah rukun di atas. Cukup rukun makalah sah lah solat tersebut. Semoga ia jadi penghormatan terbaik buat jenazah ..